12 Sighot Sholawat dan Manfaatnya
by
Yusra Aunina
- November 01, 2025
1. SHOLAWAT THIBBIl QULUB (Sholawat penyembuh segala macam penyakit)
Sholawat berikut merupakan sholawat yang sangat populer dan sangat familiar ditelinga masyarakat muslim Indonesia,karena sholawat berikut sering digubah oleh para Habaib,Ustadz dan ulama.. dan sholawat berikut juga menjadi semakin populer semenjak disemarakkan di majelis majelis sholawat, majelis dzikir, majelis taklim, pondok pesantren dll.
Sighot Sholawat
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ طِبِّ الْقُلُوبِ وَدَوَائِهَا وَعَافِيَةِ الْأَبْدَانِ وَشِفَائِهَا وَنُورِ الْأَبْصَارِ وَضِيَائِهَا وَقُوتِ الْأَرْوَاحِ وَغِدَائِهَا وَعَلَى الْهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمَ
Artinya:”Ya Allah, limpahkanlah sholawat rahmat yang disertai ta’zhim kepada Nabi Muhammad sebagai penyembuh semua hati dan menjadi obatnya, keafiatan badan dan kesembuhannya, cahaya segala penglihatan dan menjadi sinarnya, menjadi nutrisi jiwa santapannya. Dan semoga terlimpahkan pula shalawat dan salam kepada keluarga dan sahabat beliau.”
Penyebutan dan penisbatan
Habib Abu Bakar Bin Abdullah Ibn Alawiy al-Atthas pengarang kitab Risalah al-Kautsar, menamakan shalawat Thibb al-Qulub dengan sebutan shalawat Nur al-Abshar. Sayyid Muhammad al-Maliki menyebutnya shalawat Thibbul Qulub dan ulama lain menamakannya shalawat Syifa.
Syaikh Fawwaz Bin Bassyar Thabba’ al-Hasani hafizhahullah dalam kitabnya al-Fuyudhat al-Muhammadiyah menisbatkan sholawat as-Syifa ini kepada Imam Ahmad Rifai radhiyallahu anhu. Syaikh Dhiyauddin Ahmad Bin Mushthafa al-Kumusykhanawi rahimahullah dalam kitab Majmuatul Ahzab menyandarkan shalawat Syifa kepada Syekh Muhammad al-Madani.
Sedangkan Syekh Ahmad ad-Dardir al-Khalwati radhiyallahu anhu tidak menyebutkan pengarang shalawat syifa secara jelas beliau hanya berkomentar redaksi ini merupakan gubahan sebagian orang sholih.
Khasiat dan keutamaannya
Disebutkan didalam dalam kitab al-Fuyudhat ar-Rabbaniyah karya Syaikh Ahmad Ibn Muhammad al-Shawiy al-Maliki rahimahullah; “Apabila shalawat Thib al-Qulub dibaca sebanyak 400 kali atau 2000 kali, diniatkan buat orang sakit, maka dengan izin Allah, penyakit apapun akan sembuh.”
Dikisahkan dahulu ada orang mendatangi Habib Ahmad Ibn Hasan al-Atthas di kota Huraidhah, ia mengadukan perihal matanya yang telah mengalami gangguan penglihatannya. Kemudian Habib Ahmad mengusap kedua mata orang tersebut dan beliau memerintahkan agar ia memperbanyak membaca shalawat syifa. Habib Ahmad lalu berkata: “Habib Muhammad Ibn Zain Baabud telah mengabarkan diriku bahwa ia berkata; mataku pernah mengalami ganguan penglihatan sehingga aku minta solusi kepada Habib Shalih Ibn Abdullah al-Atthas kemudian beliau mengusap kedua mataku dan beliau memerintahkan agar aku membaca shalawat Syifa setiap hari sebanyak 300 kali, maka aku amalkan shalawat itu sehingga aku diberikan kesembuhan yang segera.
Prof Dr Wahbah Zuhaili rahimahullah selagi hidupnya berkata: “Setiap saya sakit saya sering membaca shalawat Thibbil Qulub karena di antara keutamaan shalat ini, bila dibaca oleh yang sakit maka Allah Taala akan berikan kesembuhan tanpa ia berobat kedokter.
2. SHOLAWAT NARIYYAH
Selain sholat Thibbil Qulub sholawat berikut juga tidak kalah populer dikalangan Masyarakat Indonesia,ya tidak lain adalah sholawat Nariyyah.
Sighot Sholawat
اللَّهُمَّ صَلِّ صَلَاةً كَامِلَةً وَسَلَّمَ سَلَامًا تَامًا عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، الَّذِي تَنْحَلُّ بِهِ الْعَقْدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكَرْبُ، وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ، وَتَنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِيمِ، وَيَسْتَسْقِي الْغَمَامَ بِوَجْهِهِ الْكَرِيمِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ فِي كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفْسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُومٍ لَكَ
Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan kesejahteraan yang paripurna kepada junjunan kami, Nabi Muhammad, yang dengan perantaraan beliau menjadi terlepas semua ikatan, lenyap segala kesusahan, ditunaikan segenap kebutuhan, diperoleh segala keinginan, diraih akhir yang baik, dan awan hitam pernah diminta hingga turun hujan dengan berkat wajahnya yang mulia. semoga shalawat itu juga tercurah kepada keluarga dan para sahabatnya, dalam setiap kejapan mata dan tarikan napas, sebanyak jumlah pengetahuan yang Engkau miliki.”
Penamaan dan Nisbat sholawat
Shalawat ini lebih dikenal dengan sebutan “shalawat Tafrijiyah”, yang berarti melapangkan kesulitan. Sebagian ulama menamakannya dengan shalawat Taziyah lantaran dinisbahkan kepada penyusun shalawat tersebut, Syaikh Abu Ishaq Ibrahim al-Taziy. Sebagian lainnya menamakannya shalawat Kamilah, artinya yang sempurna, penamaan ini dikutip dari redaksi shalawat itu sendiri.
Ahlul Asrar menamakan shalawat Tafrijiyyah dengan nama مفتاح “ الكنز المحيط لنيل مراد العبيد (kunci perbendaharaan samudra untuk menggapai tujuan hamba).
Shalawat Tafrijiyyah ini juga disebut shalawat Nariyah oleh penduduk Maghrib (Maroko) yang berarti api karena sifatnya yang mustajab.
Keutamaan dan Kaifiyah bacaan
Disebutkan didalam kitab Khazinatul Asrar Jaliyah al-Azkar Hal 179. Masyarakat Maghribi (Maroko) apabila mereka ingin mendapatkan kesuksesan hajat dan terhindar dari bahaya,mereka biasa berkumpul di satu majelis membaca shalawat tersebut bersama-sama sebanyak 4444 kali, maka mereka mendapatkan apa yang mereka niatkan, segala hajat akan terkabul dengan cepat seperti cepatnya kobaran api yang membakar jerami.
Utamanya bilangan 4444 kali shalawat Tafrijiyyah dibaca oleh satu orang dalam satu waktu. Namun apabila terasa berat, jumlah 4444 kali itu bisa juga dibaca secara kolektif, misalnya oleh 40 orang, yang masing-masing membaca 111 kali dan sang pemandu menggenapi empat bilangan sisanya.
Al Imam al-Qurthubiy menuturkan bahwa siapa saja yang membacanya secara rutin setiap hari sebanyak 41 kali atau 100 kali atau lebih, Allah akan melenyapkan kecemasan dan kesusahannya, menghilangkan kesulitan dan penyakitnya, memudahkan segala urusannya, menerangi hatinya, meninggikan kedudukannya, memperbaiki keadaannya, meluaskan rizkinya, membukakan baginya segala pintu kebaikan, dan lain-lain. [Afdhal al-Shalawat Ala Sayyid al-Sadat Karya Syaikh Yusuf An Nabhani (Beirut: Dar al-Fikr 2004) Hal 159]
Al Imam Sanusiy berkata: “Siapa saja yang melazimi membaca shalawat Tafrijiyyah setiap hari sebanyak 11 kali, maka seakan-akan rizki dari langit turun kepadanya dan rizki dari bumi tumbuh untuknya.”
Imam al-Dinawariy mengatakan: ”Siapa saja yang lazim membacanya 11 kali setiap selesai shalat dan ia menjadikan wiridannya, maka rizkinya tidak pernah putus. Siapa saja yang lazim membacanya setiap selesai shalat shubuh sebanyak 41 kali, maka segala hajatnya akan diijabah. Siapa saja yang lazim membacanya setiap hari 100 kali, maka akan mendapatkan keberhasilan dan kesuksesan segala hal melebihi apa yang ia sangka. Siapa saja yang lazim membacanya setiap hari sebanyak 313, maka Allah akan membukakan baginya tabir segala rahasia. Siapa saja yang lazim membacanya 1000 kali, maka Allah akan memberikan sesuatu yang tidak bisa disifati oleh manusia, mata manusia belum pernah melihatnya, telinga manusia belum pernah mendengarnya dan belum pernah terlintas dalam hati mereka. [Khazinatul Asrar Jaliyah al-Adzkar Hal 179; dan Afdhal Shalawat Ala Sayyid al-Sadat (Beirut: Dar al-Fikr 2004) Hal 160.]
Keistimewaan
Dalam redaksi shalawat ini terdapat permohonan kepada Allah dengan bertawassul kepada Rasulullah sebanyak 8 kali. Satu kali dengan menyebut nama Rasulullah menggunakan isim Dzahir, dan 7 kali dengan menggunakan isim Dhamir (kata ganti). Susunan seperti ini tidak ditemukan pada redaksi shalawat lainnya.
Tambahan
Pengarang kitab Sirrul Asrar mengatakan “Fadhilah shalawat Nariyah atau shalawat kamilah yang disebutkan di atas akan didapatkan dengan syarat mudawamah (konsisten) membacanya.” [Khazinatul Asrar Jaliyah al-Azkar Hal 182.]
3. SHOLAWAT MUNJIYAT
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً تَنَجَّيْنَا بِهَا مِنْ جَمِيعِ الْأَهْوَافِ وَالْآفَاتِ وَتَقْضِي لَنَا بِهَا جَمِيعَ الْحَاجَاتِ وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيعِ السَّيِّئَاتِ وَتَرْفَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ أَعْلَى الدَّرَجَاتِ وَتُبَلِّغْنَا بِهَا أَقْصَى الْغَايَاتِ مِنْ جَمِيعِ الْخَيْرَاتِ فِي الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ
Artinya:“Ya Allah, limpahkanlah shalawat (rahmat) atas penghulu kami Nabi Muhammad, semoga dengan berkah shalawat itu Engkau lepaskan kami dari segala bencana dan musibah, Engkau tunaikan segala hajat kami, Engkau bersihkan kami dari segala kejahatan dan Engkau tingkatkan derajat kami di sisi Engkau, Engkau sampaikan tujuan maksimal kami dari semua kebaikan kehidupan kami baik di dunia maupun sesudah wafat. Dan limpahkanlah shalawat kepada keluarga dan para sahabat beliau. Dan limpahkan juga sebenar-benar salam kepada mereka.”
Nama dan penisbatan
Diantara shalawat yang mujarrab untuk mendatangkan manfaat dan menolak mushibah adalah shalawat al-Munjiyah. Shalawat ini dinisbahkan kepada seorang ulama besar yang bernama Syaikh al-Shalih Musa al-Dharir.
Syaikh Ahmad al-Shawiy al-Malikiy menamakan shalawat ini dengan nama shalawat al-Munajah (permohonan) dan shalawat Tafrij al-Kurub (menghempas kesulitan).
Asal Mula sholawat Munjiyat
Al Imam Umar Ibn Ali al-Lakhamiy al-Fakihaniy al-Malikiy dalam kitabnya al-Fajrul Munir Fi Shalawat Ala al-Nabiy al-Basyir al-Nadzir meriwayatkan bahwa: Syaikh Musa al-Dharir, seorang yang shaleh suatu ketika bercerita: “Aku sedang belayar menggunakan sebuah perahu besar yang terbuat dari kayu namun tiba-tiba ada angin besar yang disebut angin al-Iqlabiyyah, jarang sekali orang bisa selamat dari angin tersebut, sehingga menyebabkan perahu yang aku tumpangi menabrak karang dan hendak karam. Pada saat itu entah kenapa saya tidak panik seperti kebanyakan penumpang kapal. Saya malah dikuasai rasa kantuk yang berat. Antara sadar dan tidak, Rasulullah datang mengajarkan aku shalawat al-Munjiyah dan beliau berkata: ”Hendaknya orang-orang yang ada di perahu ini membaca sebanyak 1000 kali. Saya pun terbangun dan membaca di dalam hati. Saat saya sudah membaca sebanyak 300 kali, maka perahu yang awalnya mulai oleng hampir tenggelam itu perlahan kembali tegak seperti biasa dan pelayaran dilanjutkan seperti tidak terjadi bencana apapun. [Qoulul badi' fi sholati ala Habibi syafi' Karya Al Hafidz as sakhowi Hal 220]
Keutamaan Sholawat Munjiyat
Al Imam Dinawariy meriwayatkan; pada suatu hari ketika masyarakat muslim ditimpa kesusahan atau penyakit menular. Maka mereka kemudian membaca shalawat al-Munjiyah ini secara bersama-sama dan tidak berapa lama, masyarakat bebas dari penyakit. Shalawat ini diakui oleh banyak ulama, mendatangkan sangat banyak manfaat.
Syaikh Ali al-Buniy dan Imam al-Jazuliy mengatakan bahwa;
“Siapa saja yang mempunyai hajat, baik hajat dunia, maupun hajat akhirat, bacalah shalawat ini sebanyak 1.000 kali, sebaiknya di waktu tengah malam, insya Allah akan dikabulkan hajatnya dengan segera. Shalawat al-Munjiyah lebih cepat dalam mendatangkan ijabah dari kilat yang menyambar, ia merupakan eklisir (bahan untuk mengubah logam murah menjadi emas) dan anti oksin yang mujarrab.” [Khazinah al-Asrar Jaliyah al-Azkar Hal. 179;.]
Imam Muhammad Ibn Ya’qub Fairuz al-Abadiy mengatakan:” Telah mengabarkan kepadaku Syaikh Hasan Ibn Ali al-Aswaniy bahwa siapa saja yang membaca shalawat al-Munjiyah sebanyak 1000 kali, maka Allah akan mengabulkan segala hajatya dan Allah akan hilangkan kesusahan hidupnya.” [al-Shilat Wal Bisyr Fi Shalat Ala Khair al-Basyr (Beirut: Dar al-Kutub 1985) Hal 162.]
Sebagian ulama menyatakan “siapa saja yang membaca shalawat al-Munjiyah ketika naik kapal laut, maka akan selamat dari bahaya tenggelam. Siapa saja yang membacanya saat terjadi thaun (wabah), maka ia akan diberikan perlindungan dan rasa aman. Siapa saja yang membaca sebanyak 500 kali, maka ia akan mendapat manfaat besar dan hidup dalam kecukupan. [Afdhal al-Shalawat Ala Sayyid al-Sadat (Beirut:
Dar al-Fikr 2004) Hal 76.]
Habib Salim Bin Hafizh Ibn Syaikh Abi Bakr Ibn Salim mengatakan: “Para ulama salaf telah mengamalkan amalan yang teruji coba khasiatnya sebagai mediasi menggapai cita-cita dan menolak segala mushibah diantaranya: membaca shalawat al-Munjiyah 1000 kali, melakukan ziarah Nabi Hud, membaca surat Yasin 40 kali, membaca kitab Shahih al-Bukhariy dan membaca 16.000 kali “Ya Lathif”. [Fawaid al-Mukhtarah Li Salik Thariq al-Akhirah (Pasuruan: Ma’had Darul Lughah 2009) Hal 221.]
4. SHOLAWAT NURIL ANWAR
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى نُورِ الْأَنْوَارِ وَسِرِّ الْأَسْرَارِ وَتِرْيَاقِ الْأَغْيَارِ وَمِفْتَاحُ بَابِ الْيَسَارِ سَيِّدُنَا مُحَمَّدٍ الْمُخْتَارِ وَالِهُ الْأَطْهَارُ وَاصْحَابُهُ الْأَخْيَارُ عَدَدُ نِعَمِ اللَّهِ وَافْضَالِهِ
Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas cahaya utama di antara segala cahaya, rahasia agung di antara segala rahasia, penawar duka, dan pembuka pintu kemudahan, yakni Sayyidina Muhammad, manusia pilihan, juga kepada keluarganya yang suci dan sahabatnya yang terpilih, sebanyak jumlah kenikmatan Allah dan karunia-Nya.”
Penisbatan sholawat
Shalawat ini dinisbahkan kepada al-Imam as-Sayyid Ahmad al-Badawiy Radhiyallahu Anhu yang merupakan salah satu wali besar di zamannya. Lahir pada 596 H di kota Fez (Maroko). Wafat pada tahun 675 H.
Khasiat dan keutamaannya
Syaikh Yusuf Bin Ismail an-Nabhaniy menyebutkan; “Shalawat ini telah teruji coba dapat mengabulkan segala hajat, menepis setiap kesedihan, menolak kesulitan, mendatangkan cahaya dan rahasia serta tereksperimen menggapai berbagai macam cita-cita. Adapun cara mengamalkannya dibaca setiap harinya 100 kali.”[Afdhalus Shalawat Ala Sayyid as-Sadat (Dar al-Fikr 2008) Hal. 86.]
Shalawat ini sangat bagus diamalkan oleh para salik (penempuh jalan akherat) lantaran adanya korelasi permohonannya dengan kalimat “Nurul Anwar” dan “Sirrul Asrar serta Tiryaghul Aghyar.”
5. SHOLAWAT ASYGHIL
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَاشْغِلِ الظَّالِمِينَ بِالظَّالِمِينَ 2× وَاخْرِجْنَا مِنْ بَيْنِهِمْ سَالِمِينَ وَعَلَى الْهِ وَصَحْبِهُ اَجْمَعِينَ
Artinya: “Ya Allah, berikanlah shalawat kepada pemimpin kami Nabi Muhammad, dan sibukkanlah orang-orang zhalim agar mendapat kejahatan dari orang zhalim lainnya, selamatkanlah kami dari kejahatan mereka. Dan berilanlah shalawat kepada seluruh keluarga dan para sahabat beliau.
Pengobatan dan penjelasan
Shalawat ini dinisbahkan kepada salah satu wali besar yang merupakan ulama beken di zamannya Sayyidina al-Imam al-Habib Ahmad Bin Umar al-Hinduan Radhiyallahu Anhu (wafat tahun 1122 Hijriyah. Shalawat ini beliau catatkan dalam sebuah kitab yang beliau namakan al-Kawakib al-Mudhi’ah Fi Dzikr al-Shalah Ala Khair al-Bariyyah.
Shalawat ini sering dibaca oleh para ulama nusantara dalam berbagai acara istighatsah dan juga dibaca oleh masyarakat luas diberbagai masjid, mushalla dan majelis-majelis taklim di jakarta dan sekitarnya.
Shalawat ini pertama kalinya dipopulerkan di jakarta melalui pemancar radio assyafiiyah bali matraman, jakarta selatan dengan nagham (nada) yang sangat menyentuh indah didengar dan terasa sejuk di hati pembaca dan pendengarnya.
6. SHOLAWAT NUR DZATI
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النُّورِ الذَّاتِيِّ وَالسِّرِّ السَّارِي سَائِرُ الْأَسْمَاءِ وَالصِّفَاتِ
Artinya: “Ya Allah limpahkan shalawat salam, dan berkah, kepada pemimpin kami Nabi Muhammad cahaya zat dan rahasia yang berjalan di malam hari di dalam seluruh asma dan sifat”.
Penisbatan dan keutamaan
Shalawat di atas bersumber dari Seorang wali dari Negri Maroko dan wafat di negri Mesir, al-Imam Abul Hasan Al-Syadzilliy (571 - 656 Hijriyah) Radhiyallahu Anhu.
Syaikh Ahmad Bin Muhammad al-shawi al-maliki berkata: “shalawat ini sebanding dengan seribu shalawat lainnya. Sedangkan Imam Ahmad al-Malawwiy mengatakan sebanding dengan seratus ribu shalawat.
Imam Ibn Abidin al-Hanafiy mengatakan: bahwa shalawat ini jika dibaca sebanyak lima ratus kali memiliki keutamaan untuk melepaskan segala kesulitan. (Afdhalus shalawat alas sayyidis sadat karya Imam yusuf Bin Ismail annabhaniy).
7. SHOLAWAT MAHABATUNABBI
اللَّهُمَّ حَبِّبْنِي إِلَى حَبِيبِكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ واله وَسَلَّمَ
Allahumma Habbibni ila habibika Sayyidina Muhammad Shallallahu alaihi wa alihi wa sallam.
Ya Allah, berikan diriku mahabbah (cinta) kepada kekasihMu, pemimpin kami Nabi Muhammad ﷺ. Semoga Allah senantiasa mencuarahkan shalawat dan salam kepada beliau dan para sahabatnya.
Penisbatan dan keutamaan
Imam Abdul Wahhab as-Sya’rani (w. 973 Hijriyah) dalam kitab Lathaiful Minan wal Akhlaq menyebutkan satu redaksi shalawat bernama Shalawat Mahabbatun Nabi. Dinamakan Mahabbatun Nabi karena shalawat ini memiliki fadhilah untuk mendapat kecintaan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sehingga pembacanya mendapat kekuatan untuk senantiasa bershalawat, mengaplikasikan sunnah dan akhlaq Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dalam kehidupannya.
Shalawat di atas dipopulerkan oleh Al Imam Ibn Arabi al-Hatimi (w. 638 Hijriyah) radhiyallahu anhu.
Beliau membacanya setiap hari sebanyak 1000 kali. Imam Abul Abbas al-Mursi radhiyallahu anhu mengatakan, “Aku jadikan shalawat mahabbatun Nabi sebagai wiridanku setiap malam 1000 kali. Karena aku yakin ketika Allah Taala mencintaiku, maka Dia akan mencukupi diriku dengan pertolongan dan perhatianNya dari segala macam bentuk permasalahan di dunia dan akhirat.
8. SHOLAWAT TOLAK BALA SEMINGGU
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ الْمُبْرَمَ مِنَ السَّمَاءِ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Artinya: Ya Allah, berikan shalawat kepada pemimpin kami Nabi Muhammad dan keluarga beliau, dan tolaklah bala yang telah ditentukan dari langit sesungguhnya Engkau maha Kuasa atas segala sesuatu.”
Penjelasan
Sholawat tersebut disebutkan oleh Ulama besar Syafi'iyah Al Imam Ibnu Hajar Al Haitami didalam salah satu kitabnya *Al Fatawa Al Haditsiyyah Hal 60 Maktabah syamilah*.
Diantara Keutamaannya adalah: Siapa yang membaca shalawat di atas pada hari jum’at di saat-saat matahari tenggelam sebanyak 7 kali, maka ia akan berada dalam lindungan Allah Taala dan dijauhkan dari mushibah sampai jum’at yang akan datang.
9. SHOLAWAT YAQUTATUL MUHTAJ
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ال سَيِّدُنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةٌ تَعَيَّنْنَا بِهَا يَا قَوِيُّ عَلَى مَحَبَّتِهِ وَتَعْظِيمِهِ مِنَ الْآنِ إِلَى الْأَبَدِ
Ya Allah, berikan rahmat dan ta'zhim serta salam kepada pemimpin kami nabi kami dan pengayom kami Nabi Muhammad dan keluarga beliau sebenar-benar shalawat yang dengannya Kau berikan kami inayah (pertolongan) agar kami mencintai dan mengagungkan beliau dari saat ini sampai selama-lamanya, Wahai yang maha kuat.
Penisbatan dan keutamaan
Shalawat di atas dinisbatkan kepada Al-Imam Sayyidi Muhammad Bin al-Arabiy at-Taziy ad-Damrawiy (wafat 1250 Hijriyah) radhiyallahu anhu.
Disebutkan didalam kitab as-Sirajul Wahhaj li iqthithaf stamarah Yaqutah al-Muhtaj disebutkan bahwa siapa yang konsisten setiap hari membacanya 66 kali maka Allah akan memberikan kedudukan khusus kepadanya di hati para gurunya hingga ia mendapat cinta dan perhatian dari para gurunya. Bila ia membaca 1000 kali, Allah Taala akan menjauhi darinya dari berbagai bentuk ma'shiat lantaran hawa kepengen melakukan maksiat sudah teramputasi dari dirinya. Jangankan ia mau ngerjain maksiat bahkan sampai-sampai ia muak ingin muntah ketika melihat ma'shiat. Keutamaan lain adalah Allah Taala berikan perlindungan dari mushibah dalam aktifitas yang ia lakukan sehari-hari serta mendapat kecintaan dari Rasulullah ﷺ.
10. SHOLAWAT SYAIKH ABDUL QODIR AL JAILANI
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ال سَيِّدُنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةَ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَالْأَرَضِينَ عَلَيْهِ وَاجْرِ يَا رَبِّ لُطْفَكَ فِي امْرِي
Allahumma sholli ala sayyidina Muhammadin wa ala ali Sayyidina Muhammad sholata man fis samawati wal arodhina alaihi, wa ajri Ya Robbi luthfaka fi amri.
Artinya: "Ya Allah, berikan sholawat atas pemimpin kami Nabi Muhammad dan keluarganya sebenar-benarnya sholawat sebanyak makhluq yang ada di 7 lapis langit dan bumi. Ya Tuhanku, lancarkan segala urusanku dengan KelembutanMu.
Penisbatan dan keutamaan
Shalawat ini dinisbatkan kepada Imam al-Quthb Sayyidi Abdul Qadir al-Jilaniy al-Baghdadiy al-Hasaniy Radhiyallahu Anhu. Dilahirkan di kota Jilan, atau disebut juga kota Kilan yang berada di negri Iran pada tahun 470 Hijriyah bertepatan 1077 Masehi. Wafat pada tahun 561 Hijriyah dan dimakamkan di kota Baghdad Iraq.
Syaikh Muhammad Bin Ahmad al-Manla Mursyid Thoriqoh al-Qadiriy mencacatkan sholawat ini dalam kitab beliau "Syarh Shalawat Syekh Abdul Qodir al-Jilaniy" halaman: 103.
Keutamaannya: Siapa yang membacanya sebanyak 1000 kali, maka Allah Taala akan hilangkan kesulitan dan masalah pelik hidupnya serta Segala hajatnya terkabulkan.
11. SHOLAWAT TAYSIR
اللهم صل على سيدنا محمد صلاة تكتب بها السطور وتشرح بها الصدور وتهون بها جميع الأمور برحمتك منك يا عزيز يا غفور وعلى اله وصحبه وسلم
Allahumma sholli ala sayyidina Muhammadin Sholatan taktubu bihas suthur, wa tasyrohu bihas shudur, wa tuhawwinu biha jami'al umur, bi rohmatika minka Ya Azizu Ya Ghofur. Wa ala alihi wa shohbihi wa sallim.
Artinya: "Ya Allah, berikan sholawat dan salam atas pemimpin kami Nabi Muhammad sebenar-benarnya sholawat yang dicatat dengannya catatan QolamMu, hati menjadi lapang, segala urusan terasa mudah, dengan rahmatMu wahai Yang Maha Luhur, Yang Maha Pengampun. Beserta limpahan sholawat dan salam kepada keluarga dan para sahabat beliau.
Penisbatan dan keutamaan
Shalawat ini disebut sholawat Taysir (kemudahan) dinisbatkan kepada Imam al-Quthb Sayyidi Ahmad ar-Rifaiy Radhiyallahu Anhu. Dilahirkan di kota Bashrah pada tahun 512 Hijriyah. Wafat dan dimakamkan di Bashrah tahun 578 Hijriyah.
Syaikh Fawwaz Bin Bassyar al-Hasaniy Mursyid Thoriqoh Rifaiyyah mencacatkan sholawat ini dalam kitab beliau "al-Fuyudhatul Muhammadiyyah Alat Thoriqoh ar-Rifaiyyah" halaman: 165.
Keutamaan: Siapa saja memperbanyak membaca shalawat tersebut maka insyaallah akan diberikan oleh Allah Taala kemudahan dalam segala urusan.
12. SHOLAWAT WAFAU DAIN
اللهم صل على سيدنا محمد بن عبد الله القائم بحق الله ماضاقت الا وفرجها الله
Allahumma Sholli Ala Sayyidina Muhammad ibni Abdillah, al-Qo-im bi haqqillah, ma dho-qot illa wa farrojahallah.
Artinya: Ya Allah, berikan shalawat kepada pemimpin kami Nabi Muhammad putra sayyiduna Abdullah, seorang manusia yang menjalankan haq Allah. Tidaklah menjadi sempet hak tersebut melainkan Allah berikan solusinya."
Penisbatan dan keutamaan
Shalawat Wafa-ud Dain di atas dinisbahkan kepada al-Habib Muhammad Bin Aidrus Bin Muhammad Bin Ahmad Bin Zain adhiyallahu Anhu (wafat tahun 1337 Hijriyah di kota Surabaya).
Kaifiatnya: Hendaknya seseorang sebelum membaca Shalawat di atas, melakukan shalat sunnah hajat dua rakaat, setelah salam ia sebutkan hajatnya dalam hati lalu ia baca shalawat di atas sebanyak 1000 kali secara langsung berturut-turut dalam satu tempat (tidak boleh dicicil) dilakukan pada tempat tersembunyi di mana orang lain tidak ada yang mengetahui bahwa dirinya berada di situ, maka dengan izin Allah Taala ia akan diberikan kemudahan melunasi hutang-hutangnya.
Sumber: Ust Muhammad Abdul Basith
.png)
.png)

